Latest Entries »

Yesus juga mengajarkan kepada murid-muridnya tentang “akan datangnya nabi sesudah Yesus” yang ajarannya lebih universal. Ada empat penulis Injil sinoptik yaitu Matius, Markus, Lucas,dan Yahya (Yohanes). Hanya Yahya yang menulis cukup jelas tentang cirri-ciri Rosul sesudah Yesus dan tidak kurang dari lima tempat Muhammad disebut-sebut dalam Injil Yahya “Aku, Yesus akan meminta kepada Bapa supaya kamu diberikannya Paraclet (yang Ikhlas / yang terpuji / Ruhul kudus) yang lain, supaya ia menyertai kamu yaitu Roh kebenaran” (Yahya 14:16).

Baca lengkap TUGAS AGAMA ISLAM

Nama                : Dewi Wulan Romadhoni

Fakultas            : Ekonomi Manajemen

Ada tiga aliran pemikiran manajemen yang ada : aliran klasik (dibagi menjadi 2 aliran, manajemen ilmiah dan teori organisasi klasik), aliran hubungan manusiawi (aliran neoklasik), dan  aliran manajemen Modern.

TEORI MANAJEMEN KLASIK

Terjadinya revolisi industri pada abad ke 19, yang menyebabkan meningkatkan kebutuhan akan suatu pendekatan manajemen yang sistematik. Usaha-usaha pengembangan manajemen kemudian dilakukan oleh para teoritisi.

Dalam perkembangan teori manajemen, ada dua tokoh manajemen yang mengawali munculnya manajemen ilmiah, yaitu Robert Owen dan Charles Babbage.

Robert Owen (1771 – 1858). Seorang manajer beberapa pabrik pemintalan kapas di New Lanark Skotlandia yang menekan pentingnya unsure manusia dalam bekerja. Disamping itu Owen mangembangkan sejumlah produser kerja yang juga memungkinkan peningkatan produktivitas.

Charles Babbage (1792 – 1871). Seorang penganjur pertama prinsip pembagian kerja melalui spesialisasi .baggage menciptakan Calculator mekanis pertama, mengjurkan kerja sama yang menguntungkan antara karyawan dan pemilik pabrik.

TEORI MANAJEMEN ILMIAH

Ditandai kontribusi-kontribusi dari Frederick W. Taylor, Frank dan gilbreth, Henry L. Gantt, dan Harrington Emerson .

Frederick W. Taylor (1856 – 1915). Manajer ilmiah tahun 1990-an.disebut sebagai “ bapak manajemen ilmiah”. Taylor juga memberikan prinsip-prinsip dasar (filsafat) penerapan pendekatan ilmiah pada manajemen.

Frank dan Lillian Gilbreth (1868 – 1924 dan 1878 – 11972). Sepasang suami istri ini adalah  Kontributir utama kedua dalam aliran manajemen ilmiah. Frank seorang pelopor pengembangan studi gerak dan waktu. Sedang Lillian lebih tertarik pad aspek-aspek manusia dalam kerja, seperti seleksi, penempatan dan latihan personalita.

Henry L. Gantt (1861 – 1919). Kontribusinya yang terbesar adalah penggunaan metoda grafik yang dikenal sebagai “ bagan Gantt” (Gantt Chart), untuk perencanaan, koordinasi dan pengwasan produksi.

Harrington Emerson (1853 – 1931). Pemborosan dan ketidak-efisien adalah masalah-masalah yang dilihatnya sebagai penyakit system industri. Oleh sebab itu dia mengemukakan 12 prinsip-prisip efisiensi yang sangat terkenal, yaitu :

  1. Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas.
  2. Kegiatan yang dilakukan masuk akal.
  3. Adanya staf yang cakap.
  4. Disiplin.
  5. Balas jasa dan adil.
  6. Laporan-laporan yang terpercaya, segera, akutan dan ajeg – sitem informasi dan akuntansi.
  7. Pemberian pemerintah – perencanaaan dan pengurutan kerja.
  8. Adanya standar-standar dan skedul-skedul – metoda dan waktu setiap kegiatan.
  9. Kondisi yang distandardisasi.

10.  Opersi yang distandardisasi.

11.  Instuksi-instruksi praktis tertulis yang standar.

12.  Balas jasa efisiensi – rencana insentif.

TEORI ORGANISASI KLASIK

Henri Fayol (1841 -1925). Seorang industri perancis, mengemukakan teori dan teknik-teknik administrasi sebagai pedoman bagi pengelola organisasi-organisasi.

Mary Parker Follett (1868 – 1933).Follett dan Barnard bertindak sebagai “jembatan” antara teori klasik dan hubungan manusiawi, karena pemikiran mereka berdasarkan kerangka klasik tapi memperkenalkan unsur-unsur baru tentang aspek hubungan manusiawi.

Chaster I. Barnard (1886 – 1961). Presiden perusahaan Bell Telephone di New Jersey. Bernard menekan pentingnya peralatan komunikasi untuk pencapaian tujuan kelompok.

ALIRAN HUBUNGAN MANUSIAWI

Aliran ini muncul karena ketidak puasan bahwq yang dikemukakan pendekatan klasik tidak sepenuhnya menghasilkan efisiensi produksi dan keharmonisan kerja. Para menejer menghadapi ksulitan dan frustasi karena karyawan tidak selalu mengikuti pola perilaku yang rasional. Para ahli pun melengkapi teori organisasi klasik.

Hugo Munsterberg (1863 – 1916). Pencetus psikologi industri. Sering disebut “bapak psikologi industri”. Sebagai tambahan, Munsterberg mengingatkan adanya pengruh faktor-faktor sosial dan budaya terhadap organisasi.

Elton Mayo (1880 – 1949) Elton menerapkan, Bila “manajemen personalita” mendorong lebih banyak dan lebih baik dalam kerja, hubungan manusiawi dalam organisasi adalah “baik”. Bila moral dan efisien memburuk hubungan manusiawi dan organisasi “buruk”. Untuk menciptakan hubungan manusiawi yang baik, manajer harus mengerti mengapa karyawan bertindak seperti yang mereka lakukan dan faktor-faktor social dan psikologi apa yang memotivasi mereka.

ALIRAN MANAJEMEN MODERN

Manajemen modern berkembang melelui dua jalur yang berbeda. Jalur pertama adalah pengembangan dari aliran hubungan manusiawi (perilaku organisasi) dan dasar manajemen ilmiah (aliran kuantitatif)

PERILAKU ORGANISASI

Perkembangan aliran perilaku organisasi ditandai dengan pendapat baru. Tokoh-tokoh antara lain :

  1. Abraham Maslow, mengemukakan adanya “hirarki kebutuhan” dalam perilaku manusia.
  2. Douglas McGregor dengan teori X dan Y nya.
  3. Frederick Herzberg, menguraikan teori motivasi higienis.
  4. Robert Blake dan Jane Mouton , membahas lima gaya kepemimpinan dengan kisi-kisi manajerial.
  5. Rensis Likert, melakukan penelitian secara ekstensif mengenai empat system manajemen.
  6. Rred Fiedler, menyarankan pendekatan contingency pada study kepemimpinan.
  7. Chris Argyris, memendang organisasi sebagai sistem social, dan lain-lainnya.

ALIRAN KUANTITATIF

Ditandai dengan berkembangnya team-team riset operasi dalam pemecahan masalah-masalah industri. Dan terbukti banyak membantu manajer dalam kegiatan-kegiatan perencanaan dan pengawasan.

Langkah-langkah pendekatan management science biasanya adalah sebagai berikut :

  1. Perumusan masalah.
  2. Penyusunan suatu modal matematis.
  3. Mendapatkan penyelesaian dari model.
  4. Pengujian model dan hasil yang didapatkan dari model.
  5. Penerapan pengawasan atas hasil-hasil.
  6. Pelaksanaan hasil dalam kegiatan-implementasi.

PENDEKATAN SISTEM

Bermaksud untuk memandang organisasi sebagai suatu kesatuan, yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan.

Sebagai suatu prinsip fundamental, pendekatan system adalah sangat mendasar. Berarti bahwa segala sesuatu saking berhubungan dan saling tergantung. Sebagai pendekatan manajemen, “sistem” mencakup baik system-sistem umum maupun khusus dan analisis tertutup dan terbuka.

Pendekatan sisem tertutup adalah pandangan siklus.Tidak ada masukan eksternal yang dipertimbangkan.

Di lain pihak, pendekatan sistem terbuka memperlakukan organisasi sebagai system masukan-keluaran yang energik dalam interaksinya dalam lingkungan.

Jadi, dalam analisa manajemen modern baik pendekatan system tertutup maupun system terbuka digunakan. Para teoritis klasik hanya memekai sudut pandangan sistem tertutup; mereka tidak merancang pandangan sistem terbuka.

PENDEKATAN KONTINGENSI

Dikembangkan oleh para manajer dan, konsultan, dan peneliti yang mencoba menerapkan konsep-konsep dari berbagai aliran manajemen dalam kehidupan nyata. Menurut pendekatan ini manajer adalah mengindentifikasikan teknik nama, pada situasi tertentu, dibawah keadaan tertentu, dan pada waktu trtentu, akan membantu pencapaian tujuan manajemen.

Pendekatan kontingensi muncul sebagai tanggapan atas ketidakpuasan terhadap anggapan universalitas, dan kebutuhan untuk memasukan berbagai variable lingkungan kedalam teori dan praktek manajemen.

Ada tiga bagian utama dalam kerangka konseptual untuk pendekatan kontingensi :

  1. Lingkungan,
  2. Konsep-konsep dan teknik-teknik manajemen,
  3. dan hubungan kontingensi antara keduanya.

PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN DI MASA MENDATANG

Ada lima kemungkinan arah perkembangan teori manajemen selanjutnya di masa mendatang, yaitu :

  1. Dominan. Salah satu dari aliran utama dapat muncul sebagai yang paling berguna.
  2. Divergence. Setiap aliran berkembang melelui jalurnya sendiri.
  3. Convergence. Dapat menjadi sepaham dengan batasan-batasan diantara mereka yang cenderung kabur.
  4. Sintesa. Masing-masing aliran berintegrasi.
  5. Proliferation. Akhirnya ada kemungkinan muncul lebih banyak aliran lagi.

Lingkup Pembahasan

A. Umum

  1. Pendahuluan
  2. Kegiatan dan Hasil

B.  Pengertian dan Prinsip Manajemen

  1. Pengertian
  2. Prinsip

C. Fungsi-fungsi Manajemen

check complete ~ Pengetahuan Dasar Manajerial

  1. Arti manajemen

Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman. Berbagai istilah yang dipergunakan, seperti ketatalaksanaan, manajemen,dan manajemen pengurusan. Untuk menghindari penafsiran yang berbeda-beda, dalam tulisan ini kita pakai istilah aslinya yaitu “manajemen”

Bila kita pelajari literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa istilah manajemen mengandung tiga pengertian, yaitu pertama, manajemen sebagai suatu proses; kedua, manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen; dan ketiga, manajemen sebagai suatu seni (art) dan sebagai suatu ilmu.

Menurut pengertian yang pertama, yakni  manajemen sebagai suatu proses, berbeda-beda definisi yang diberikan oleh para ahli. Untuk memperlihatkan tata warna definisi manajemen  menurut pengertian yang pertama itu, kita kemukakan tiga buah definisi.

Dalam Encylopedia of the Social dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi.

Selanjutnya Haimann mengatakan bahwa manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu  untuk mencapai tujuan bersama.

Akhirnya, George R. Terry mengatakan bahwa manajemen adalah pencapaian tujuan yang ditetapkan terlebih dahulu dengan mempergunakan kegiatan orang lain.

Bila kita perhatikan ketiga definisi di atas, maka akan segera tampak bahwa ada tiga pokok penting dalam definisi-definisi tersebut, yaitu pertama adanya tujuan yang ingin dicapai; kedua tujuan dicapai dengan mempergunakan kegiatan orang lain; ketiga, kegiatan-kegiatan orang lain itu harus dibimbing dan diawasi

Menurut pengertian yang kedua, manajemen adalah kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen. Jadi dengan kata lain, segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu disebut manajemen. Dalam arti singular (tunggal), disebut manajer. Manajer adalah pejabat yang bertanggungjawab atas terselenggaranya aktivitas-aktivitas manajemen agar tujuan unit yang dipimpinnya tercapai dengan menggunakan bantuan orang lain.

Apakah yang dimaksud dengan aktivitas manajemen itu? Dengan aktivitas manajemen dimaksudkan kegiatan- kegiatan atau fungsi-fungsi yang dilakukan oleh setiap manajer. Pada umumnya, kegiatan-kegiatan dan aktivitas-aktivitas manajer itu adalah Planning, organizing, staffing, dan controlling. ini sering pula disebut dengan istilah proses manajemen, fungsi-fungsi manajemen, bahkan ada yang menyebutnya unsur-unsur manajemen.

Menurut pengertian yang ketiga, manajemen adalah seni atau suatu ilmu mengenai inipun sesungguhkan belum ada keseragaman pendapat, segolongan mengatakan bahwa manajemen itu adalah seni, golongan lain mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu. Sesungguhnya kedua pendapat itu sama mengandung kebenaran.

Chester I Barnard dalam bukunya the fungction of the exekutive mengakui bahwa manajemen itu adalah “seni” dan juga sebagai “ilmu”. Demikian pula Henry Fayol, Alfin Brown Harold Koontz, Cyril O’Donnel, dan George R. Terry beranggapan bahwa manajemen itu adalah ilmu sekaligus seni.

Manajemen sebagai seni berfungsi untuk mencapai tujuan yang nyata mendatangkan hasil atau manfaat, sedangkan manajemen sebagai ilmu berfungsi menerangkan fenomena/ gejala, kejadian, keadaan, jadi memberikan penjelasan.

Unsur keilmuan merupakan kumpulan pengetahuan yang tertentu, seperti yang dinyatakan oleh peraturan-peraturan atau statemen-statemen umum, dan dipertahankan oleh berbagai tingkat ujian-ujian dan peneyelidikan-penyelidikan. Unsur seni ialah pemakaian pengetahuan tersebut pada satu situasi tertentu. Dengan pengalaman-pengalaman pemakaian yang demikian menjadi pembawaan, kira-kira suatu panca indra keenam, keahlian yang bersifat intuisi. Dalam kehidupan nyata sehari-hari, manajemen benar-benar melakukan kedua fungsi tersebut, yaitu selain fungsi ilmu juga sebagai seni.

Memperhatikan pengertian manajemen yang pertama serta kenyataan bahwa manajemen itu adalah ilmu sekaligus seni, maka manajemen itu dapat diberi definisi sebagai “Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan sumberdaya untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.

2. Sarana Manajemen

Bila kita perhatikan ketiga definisi yang sudah dikemukakan di atas, maka tampak seakan-akan satu-satunya alat atau sarana manajemen untuk mencapai tujuan adalah orang atau manusia saja hal ini tidak demikian. Perhatikan definisi yang kita berikan terakhir. Untuk mencapai tujuan para manajer menggunakan 6 M. dengan kata lain sarana atau tools atau alat manajemen untuk mencapai tujuan adalah Men, Money, Materials, Machines, Methods, dan Markets. Kesemuanya  disebut sumberdaya. Sarana penting atau sarana utama dari setiap manajer untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu adalah manusia. Berbagai macam aktivitas yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dan aktifitas itu dapat kita tinjau dari sudut proses seperti Planning, Organizing, Staffing, Directing, dan Controlling, dapat kita tinjau dari sudut bidang seperti penjualan, produksi, keuangan personalia, dan sebagainya. Untuk melakukan berbagai aktivitas tersebut kita perlukan manusia. Tanpa adanya manusia manajer tidak akan mungkin mencapai tujuannya. Harus dilihat bahwa manajer adalah orang yang mencapai hasil melalui orang lain.

Sarana manajemen yang kedua adalah uang. Untuk melakukan berbagai aktifitas diperlukan uang seperti upah atau gaji orang yang membuat rencana  mengadakan pengawasan bekerja dalam proses produksi, membeli bahan-bahan peralatan dsb. Uang sebagai sarana manajemen harus digunakan sedemikian rupa agar tujuan yang diinginkan dicapai bila dinilai dengan uang lebih besar dari uang yang digunakan untuk tujuan tersebut. Kegagalan proses manajemen sedikit banyak ditentukan atau dipengaruhi oleh perhitungan atau ketelitian dalam menggunakan uang

Dalam proses pelaksanaan kegiatan manusia menggunakan bahan-bahan atau material karenanya dianggap pula sebagai alat atau sarana manajemen. Untuk mencapai tujuan dalam proses pelaksanaan kegiatan terlebih dalam kemajuan teknologi dewasa ini, manusia bukan lagi sebagai pembantu bagi mesin telah berubah kedudukannya sebagai pembantu manusia.

Untuk melakukan kegiatan secara berdaya guna dan berhasil guna manusia dihadapkan kepada berbagai alternatif atau cara melakukan pekerjaan. Oleh  karena metode atau cara dianggap pula sebagai sarana atau alat manajemen untuk mencapai tujuan misalnya ceramah bervariasi, metode kasus, metode insiden, Games dan Role Playing. Masing-masing metode itu tentu berbeda daya guna dan hasil gunanya untuk mencapai tujuan tertentu.

Bagi badan yang bergerak dibidang industri maka sarana manajemen penting lainnya adalah pasar atau market. Tanpa adanya pasar bagi hasil produksi, jelas tujuan perusahaan industri tidak mungkin akan tercapai. Salah satu masalah pokok bagi perusahaan industri adalah minimal mempertahankan pasar yang sudah ada, bila mungkin berusaha mencari pasar baru bagi hasil produksinya. Oleh karena itulah salah satu sarana manajemen penting lainnya khusus bagi perusahaan industri dan umumnya bagi semua badan yang bertujuan untuk mencari laba adalah market atau pasar.

3. Fungsi Manajemen

Sampai saat ini belum ada konsensus baik diantara praktisi maupun para teoritikus mngenai apa yang menjadi fungsi manajemen, sering pula disebut unsur-unsur manajemen. Berbagai pendapat mengenai fungsi – fungsi manajemen  akan tampak jelas dengan dikemukakannya pendapat beberapa penulis sbb :

  1. Louis A. Allen                       : Leading, Planning, Organizing, Controlling
  2. Prajudi Atmosudirjo         : Planning, Organizing, Directing atau Actuating, Controlling
  3. John Robert Beishline      : Perencanaan, Organsasi, komando, kontrol
  4. Henry Fayol                          : Planning, Organizing, Commanding, coordinating, controllin.
  5. Luther Gullich                    : planning, organizing, staffing, directing,coordinating, reporting, budgeting.
  6. Koontz O’ Donnel              : organizing, staffing, directing planning, controlling.
  7. William H.Newman              :Planing, Organizing, assembling, Resources, directing controling.
  8. SP. Siagiang                     : planning, organizing, motivating, controlling
  9. William Spriegel               : planning,organizing,Controling
  10. George R.terry                  : Planning,organizing, Actuating,controlling
  11. Lyndak F.Urwick                 :Forecasting,Planning,Organizing, Comanding, Coordinating, Controling
  12. Winardi                              :Planning,organizing, coordinating, ctuating, leading, comunication, Cntroling.
  13. The Liang Gie                   :Planning, Decision,Decion making, Directing, Coordinating, Controling, Improving.

Pada hakikatnya, bila dikombinasikan pendapat ketiga belas penulis diatas, maka fungsi-fungsi manajemen adalah sebagai berikut :

  1. Forecasting
  2. Planning termasuk budgeting
  3. Organizing
  4. Staffing atau Assembling Resources
  5. Directing atau commanding
  6. Leading
  7. Coordinating
  8. Motivating
  9. Controlling
  10. Reporting
  1. a. Forcasting

adalah kegiatan meramalkan memproyeksikan atau mengadakan taksiran terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi sebelum suatu rencana yang lebih pasti dapat dilakukan. Misalnya suatu akademi meramalkan jumlah mahasiswa yang akan melamar belajar ke akademi tersebut. Ramalan tersebut dengan menggunakan beberapa indikator, misalnya jumal lulusan SLTA. Suatu perusahaan industri harus mengadakan forescasting tentang penjualan hasil produksi dengan memperhatikan jumlah penduduk pada daerah penjualan, income perkapita anggota masyarakat, kebiasaan membeli dsb.

  1. Planning termasuk budgeting

Berbagai alasan tentang planning dari yang sangat sedrhana sampai kepada perumusan yang lebih rumit. Ada yang merumuskan dengan sangat sederhana, misalnya perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Pembatasan yang agak komplek merumuskan perencanaan sebagai penetapan apa yang harus dicapai bila hal itu dicapai, dimana hal itu harus dicapai, bagaimana hal itu harus dicapai, siapa yang bertanggungjawab dan penetapan mengapa hal itu harus dicapai.

Hampir sama dengan pembatasan terakhir dimana perumusan perencanaan merupakan penetapan jawaban kepada 6 pertanyaan sbb :

  1. tindakan apa yang harus dikerjakan ?
  2. apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan ?
  3. dimanakah tindakan itu harus dikerjakan ?
  4. kapankah tindakan itu dilaksanakan ?
  5. siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ?
  6. bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu ?

Sesungguhnya fungsi perencanaan bukan saja menetapkan hal-hal tersebut diatas, tetapi juga dalam fungsi perencanaan sudah termasuk didalamnya penetapan budget. Oleh karenanya lebih tepat bila perencanaan atau planning dirumuskan sebagai penetapan tujuan, police, prosedure, budget dan pogram dari suatu organisasi. Jadi dengan fungsi planning termasuk budgeting yang dimaksudkan fungsi manajemen dalam menetapkan tujuan yang ingin dicapai oleh organisasi menetapkan peraturan dan pedoman pelaksanaan yang harus dituruti dan menetapkan ikhtiar biaya yang diperlukan dan pemasukan uang yang diharapkan akan diperoleh dari rangkaian tindakan yang akan dilakukan.

c. organizing

Dengan organzing dimaksudkan mengelompokkan kegiatan yang diperlukan yakni penetapan susunan organisasi serta tugas dan fungsi-fungsi dari setiap unit yang ada dalam organisasi serta menetapkan kedudukan dan sifat hubungan antara masing-masing unit tersebut. Organisasi atau pengorganisasian dapat pula dirumuskan sebagai keseluruhan aktivitas manajemen dalam mengelompokan orang-orang serta penetapan tugas, fungsi, wewenang, serta tanggungjawab masing-masing dengan tujuan terciptanya aktifitas yang berdaya guna dan berhasil guna dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu.

d. Staffing atau assembling resources

Istilah staffing diberikan oleh Luther Gulick, Harold Koonz dan Cyril O’Donnel sedangkan assembling resources dekemukan oleh William Herbar Newman : istilah itu cenderung mengandung pengertian yang sama.

Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga petugas memberikan daya guna maksimal kepada organisasi.

Organizing dan staffing merupakan dua fungsi manajemen yang sangat erat hubungannya. Orgaizing yaitu berupa penyusunan wadah legal untuk menampung berbagai kegiatan yang harus dilaksanakan pada suatu organisasi, sedangkan staffing berhubungan dengan penerapan orang – orang yang akan memangku masing-masing jabatan yang ada di dalam organisasi tersebut.

e. Directing atau commanding

adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas maing-masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula. Directing commanding merupakan fungsi manajemen yang dapat berfungsi bukan saja agar pegawai melaksanakan atau tidak melaksanakan suatu kegiatan, tetapi dapat pula berfungsi mengkoordinasi kegiatan berbagai unsure organisasi agar efektif tertuju pada realisasi tujuan yang ditetapkan sebelumnya.

f. Leading

Istilah leading yang merupakan salah satu fungsi manajemen yang dikemukan oleh Loius A. Allen yang dirumuskannya sebagai pekerjaan yang dilakukan oleh seorang manajer yang menyebabkan orang lain bertindak. Pekerjaan leading meliput 5 macam kegiatan yakni mengambil keputusan, mengadakan komunikasi agar ada saling pengertian antara manajer dengan bawahan, memberi semangat, inspirasi, dan mendorong kepada bawahan supaya merekan bertindak, memilih orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya serta memperbaiki pengetahuan dan sikap-sikap bawahan agar mereka terampil dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

g. coordinating

Merupakan salah satu fungsi manajemen unutk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan :

Kegiatan, dengan jalan menghubungkan, menyatukan, dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama yang terarah dalam usaha mencapai tujuan organisasi. Usaha yg dapat dilakukan untuk mencapai tujuan itu, antara lain dengan memberi instruksi,pemerintah, mengadakan pertemuan untuk memberikan penjelasan, bimbingan atau nasihat, dan mengadakan coaching dan bila perlu memberi teguran.

h.Motivating

Merupakan kegiatan salah satu fungsi menejemen berupa pemberian inspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan, agar bawahan melakukan kegiatan secara sukarela sesuai apa yg dikehendaki oleh atasan. Pemberian inspirasi, semangat dan dorongan oleh atasan kepada bawahan ditujukan agar bawahan bertambah kegiatannya, atau mereka lebih bersemangat melaksanakan tugas-tugas sehingga mereka lebih berdaya guna dan berhasil guna.

1. Controlling

Sering juga disebut pengendalian adalah salah satu fungsi manajemen yg berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yg dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud tercapai tujuan yg sudah digariskan semula. Dalam melaksanakan kegiatan kontroling, atasan mengadakan pemeriksaan, mencocokkan serta mengusahakan  agar kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan serta tujuan yg diinginkan dicapai.

2. Reporting

Pelaporan adalah salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang bertalian dengan tugas dan fungsi-fungsi kepada pejabat yg lebih tinggi, baik secara lisan maupun tertulis sehingga dalam menerima laporan dapat memperoleh gambaran tentang pelaksanaan tugas orang yg memberi laporan.

4. Fungsi-fungsi lain dari seorang manajer

Adalah perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan. Kelima fungsi itu selain dinamai sebagai aspek manajemen atau unsur-unsur manajemen disebit juga proses manajemen. Seorang manajer yg mengerjakan ke lima fungsinya sehari-hari, mau tak mau bergerak dalam berbagai bidang penjualan, pembelian, produksi, keuangan, dan personalian. Bidang itu kita sebut juga bidang manajemen

Apa yg dibicarakan di atas adalah fungsi-fungsi manajer ke dalam perusahaan, sering disebut internal function of manager. Jadi fungsi-fungsi manajer ke dalam perusahaan dapat di lihat dari dua sudut yaitu

a dari sudut proses yakni perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengawasan.

b. dari sudut subject atau bidang yaitu keuangan, personalia, pemasaran, pembelian, produksi, dsb.

Dalam bidang produksi para manajer harus mengusahakan agar barang-barang yang diproduksi dengan teknik yang memudahkan pekerjaan pegawai shingga dapat diproduklsikan barang-barang dengan biaya sekecil mungkin dengan kalitas yang baik dalm jumlah yang diinginkan dan dalam waktu secepat mungkin.

Dalam bidang pembelian, para manejer harus mengusahakan agar bahan-bahan dapat dibeli pada tempat yang tepat, dengan waktu yang tepat, serta dengan harga dan layanan yang tepat sehingga tidak akan mengganggu kegiatan-kegiatan di bidang produksi.

Dalam bidang pemasaran, para manajer harus mengsahakan agar hasil-hasil produksinya dapat disalurkan dari saluran-saluran distribusi yang tepat sehingga harga penjualannya dapat dijangkau oleh tenaga pembeli kaum konsumen.

Selain fungsi manajer ke dalam perusahaan, ada pula fungsi-fungsi manajer keluar perusahaan, yang kita sebut external function of a manager. Fungsi manajer ke luar perusahaan ini ada tiga jenis, yaitu sbb:

  1. mewakili perusahaan di bidang pengadilan
  2. mengambil kegiatan sebagai warga negara biasa
  3. mengadakan hubungan dengan unsur masyarakat.

Kedua macam fungsi manajer yang pertama tertuju ke luar perusahaan, kiranya sudah cukup jelas. Fungsi ke tiga perlu mendapatkan penjelasan lebih lanjut.

Setiap perusahaan tidak berdiri sendiri, ia memerlukan hubungan dengan unsure masyarakat. Baik tidaknya hubungan perusahaan dengan unsure masyarakat memegang peranan penting dalam berhasil tidaknya seorang manajer untuk merealisasikan tujuannya. Untuk menghadapi masyarakat luar, manajer perusahaan harus melaksanakan kegiatan, antara lain sebagai berikut.

  1. mengadakan pengumuman, komunike-komunike, dan artikel-artikel
  2. menyelenggarakan konfrensi pers dan pertemuan
  3. menyelenggarakan pameran
  4. mengatur siaran melalui radio
  5. mengadakan kontak dengan unsur pemerintah dan masyarakat
  6. membuat analisa dari pendapat umum
  7. menerima kunjungan pihak luar  ke dalam perusahaan

Dari sudut bidang, seperti terlihat pada gambar 2, fungsi pokok seorang manajer adalah dalam bidang keuangan, personalia, produksi, pembelian, dan pemasaran.

Dalam bidang keuangan, para manajer harus berusaha agar posisi keuangannya setiap saat dapat membiayai kegiatan sehari-hari, seperti pembayaran upah pegawai dan membatu pembelian bahan-bahan mentah, pembayaran utang pada waktunya dan lain-lain dengan tidak melupakan akan rentabilitas perusahaan.

Dalam bidang personalia, para manajer harus berusaha agar diperoleh tenaga kerja yang kompeten sehingga dapat bekerja dengan kualitas yang diinginkan.

5. Tingkat-tingkat manajer

Dalam sebuah perusahaan, terdapat lebih dari seorang manajer. Jamak dari manajer adalah manajemen, yaitu kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas atau fungsi-fungsi manajemen.

Masing-masing manajer, pada hakikatnya melakukan fungsi-fungsi yang sama (dari sudut proses) yaitu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengawasan). Namun dilihat dari corak kegiatannya terdapat perbedaan, sesuai dengan tingkat-tingkat manajer itu dalam suatu perusahaan. Tugas fungsi-fungsi setiap manajer adalah sama, hanya corak kegiatannya yang berbeda, sesuai dengan tingkatan manajer itu dalam perusahaan atau organisasi di mana ia bekerja.

Dari skema diatas terlihat bahwa ada tiga tingkatan manajer yaitu sebagai berikut.

  1. Top manager atau manajer tertinggi, disebut juga pucuk pimpinan, yang termasuk dalam golongan ini adalah anggota-anggota board of manajer (dewan direksi) dan presiden perusahaan.
  2. Middle manager atau manajer menengah, yang termasuk tingkatan ini ialah kepala-kepala bagian, kepala devisi dan kepala seksi.
  3. Supervisory manager atau first line manager tingkat pertama. Termasuk kedalam golongan ini ialah kepala mandor dan mandor.

Sesuai dengan perbedaan tingkat-tingkat manajer itu, maka corak kegiatan manajer itu dapat dibedakan atas empat macam, yitu sebagai berikut.

  1. Board of manager, bergerak dalam memimpin organisasi atau perusahaan keseluruhannya ( managing the organization/business)
  2. Presiden, memimpin para manajer agar terdapat team work.
  3. Departement/devision heads, memimpin pekerja yang meliputi bidang-bidangnya.

Superintendent, general foremen, dan foremen, memimpin para pekerja supaya melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tujuan organisasi atau tujuan perusahaan.

Ini adalah ringkasan materi dari Buku Pengantar Bisnis Edisi Pertama. Dengan penulis Erni Tisnawati sule dan Krniawan Saefullah. Dan materi Bab 1 berisi:

T U J U A N :

1. Mengetahui konsep dasar manajemen dan mengapa manajemen diperlukan

dalam sebuah organisasi bisnis.

2. Mengetahui konsep manajemen secara fungsional yang mencakup kegiatan

perencanaan, pengorganisasian, pengimplementasian, serta pengendalian dan

pengawasan.

3. Mengetahui konsep manajemen secara operasional dalam organisasi bisnis

yang mencakup manajemen sumber daya manusia, manajemen produksi atau

operasi,manajemen pemasaran, dan manajemen keuangan.

Pengertian Organisasi :

  1. Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerjasama dalam struktur dan kordinasi tertentu dalam mencapai serangkaian tujuan tertentu.(Griffin,2002)
  2. Sekumpulan orang atau kelompok yang memiliki tujuan tertentu dan berupaya untuk mewujudkan tujuannya tersebut melalui kerjasama. (Ernie&Kurniawan,2005)

Pengertian Manajemen :

  1. Seni dalam menyelesaikan sesuatu melalui orang lain (Follet,1997)
  2. Sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya (Nickels, McHugh and McHugh ,1997)
  3. Seni atau proses dalam menyelesaikan sesuatu yang terkait dengan pencapaian tujuan. (Ernie&Kurniawan, 2005)

Untuk membaca dan pemahaman lebih dalam : bab1 – konsep dasar manaj bisnis