Nama                : Dewi Wulan Romadhoni

Fakultas            : Ekonomi Manajemen

Ada tiga aliran pemikiran manajemen yang ada : aliran klasik (dibagi menjadi 2 aliran, manajemen ilmiah dan teori organisasi klasik), aliran hubungan manusiawi (aliran neoklasik), dan  aliran manajemen Modern.

TEORI MANAJEMEN KLASIK

Terjadinya revolisi industri pada abad ke 19, yang menyebabkan meningkatkan kebutuhan akan suatu pendekatan manajemen yang sistematik. Usaha-usaha pengembangan manajemen kemudian dilakukan oleh para teoritisi.

Dalam perkembangan teori manajemen, ada dua tokoh manajemen yang mengawali munculnya manajemen ilmiah, yaitu Robert Owen dan Charles Babbage.

Robert Owen (1771 – 1858). Seorang manajer beberapa pabrik pemintalan kapas di New Lanark Skotlandia yang menekan pentingnya unsure manusia dalam bekerja. Disamping itu Owen mangembangkan sejumlah produser kerja yang juga memungkinkan peningkatan produktivitas.

Charles Babbage (1792 – 1871). Seorang penganjur pertama prinsip pembagian kerja melalui spesialisasi .baggage menciptakan Calculator mekanis pertama, mengjurkan kerja sama yang menguntungkan antara karyawan dan pemilik pabrik.

TEORI MANAJEMEN ILMIAH

Ditandai kontribusi-kontribusi dari Frederick W. Taylor, Frank dan gilbreth, Henry L. Gantt, dan Harrington Emerson .

Frederick W. Taylor (1856 – 1915). Manajer ilmiah tahun 1990-an.disebut sebagai “ bapak manajemen ilmiah”. Taylor juga memberikan prinsip-prinsip dasar (filsafat) penerapan pendekatan ilmiah pada manajemen.

Frank dan Lillian Gilbreth (1868 – 1924 dan 1878 – 11972). Sepasang suami istri ini adalah  Kontributir utama kedua dalam aliran manajemen ilmiah. Frank seorang pelopor pengembangan studi gerak dan waktu. Sedang Lillian lebih tertarik pad aspek-aspek manusia dalam kerja, seperti seleksi, penempatan dan latihan personalita.

Henry L. Gantt (1861 – 1919). Kontribusinya yang terbesar adalah penggunaan metoda grafik yang dikenal sebagai “ bagan Gantt” (Gantt Chart), untuk perencanaan, koordinasi dan pengwasan produksi.

Harrington Emerson (1853 – 1931). Pemborosan dan ketidak-efisien adalah masalah-masalah yang dilihatnya sebagai penyakit system industri. Oleh sebab itu dia mengemukakan 12 prinsip-prisip efisiensi yang sangat terkenal, yaitu :

  1. Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas.
  2. Kegiatan yang dilakukan masuk akal.
  3. Adanya staf yang cakap.
  4. Disiplin.
  5. Balas jasa dan adil.
  6. Laporan-laporan yang terpercaya, segera, akutan dan ajeg – sitem informasi dan akuntansi.
  7. Pemberian pemerintah – perencanaaan dan pengurutan kerja.
  8. Adanya standar-standar dan skedul-skedul – metoda dan waktu setiap kegiatan.
  9. Kondisi yang distandardisasi.

10.  Opersi yang distandardisasi.

11.  Instuksi-instruksi praktis tertulis yang standar.

12.  Balas jasa efisiensi – rencana insentif.

TEORI ORGANISASI KLASIK

Henri Fayol (1841 -1925). Seorang industri perancis, mengemukakan teori dan teknik-teknik administrasi sebagai pedoman bagi pengelola organisasi-organisasi.

Mary Parker Follett (1868 – 1933).Follett dan Barnard bertindak sebagai “jembatan” antara teori klasik dan hubungan manusiawi, karena pemikiran mereka berdasarkan kerangka klasik tapi memperkenalkan unsur-unsur baru tentang aspek hubungan manusiawi.

Chaster I. Barnard (1886 – 1961). Presiden perusahaan Bell Telephone di New Jersey. Bernard menekan pentingnya peralatan komunikasi untuk pencapaian tujuan kelompok.

ALIRAN HUBUNGAN MANUSIAWI

Aliran ini muncul karena ketidak puasan bahwq yang dikemukakan pendekatan klasik tidak sepenuhnya menghasilkan efisiensi produksi dan keharmonisan kerja. Para menejer menghadapi ksulitan dan frustasi karena karyawan tidak selalu mengikuti pola perilaku yang rasional. Para ahli pun melengkapi teori organisasi klasik.

Hugo Munsterberg (1863 – 1916). Pencetus psikologi industri. Sering disebut “bapak psikologi industri”. Sebagai tambahan, Munsterberg mengingatkan adanya pengruh faktor-faktor sosial dan budaya terhadap organisasi.

Elton Mayo (1880 – 1949) Elton menerapkan, Bila “manajemen personalita” mendorong lebih banyak dan lebih baik dalam kerja, hubungan manusiawi dalam organisasi adalah “baik”. Bila moral dan efisien memburuk hubungan manusiawi dan organisasi “buruk”. Untuk menciptakan hubungan manusiawi yang baik, manajer harus mengerti mengapa karyawan bertindak seperti yang mereka lakukan dan faktor-faktor social dan psikologi apa yang memotivasi mereka.

ALIRAN MANAJEMEN MODERN

Manajemen modern berkembang melelui dua jalur yang berbeda. Jalur pertama adalah pengembangan dari aliran hubungan manusiawi (perilaku organisasi) dan dasar manajemen ilmiah (aliran kuantitatif)

PERILAKU ORGANISASI

Perkembangan aliran perilaku organisasi ditandai dengan pendapat baru. Tokoh-tokoh antara lain :

  1. Abraham Maslow, mengemukakan adanya “hirarki kebutuhan” dalam perilaku manusia.
  2. Douglas McGregor dengan teori X dan Y nya.
  3. Frederick Herzberg, menguraikan teori motivasi higienis.
  4. Robert Blake dan Jane Mouton , membahas lima gaya kepemimpinan dengan kisi-kisi manajerial.
  5. Rensis Likert, melakukan penelitian secara ekstensif mengenai empat system manajemen.
  6. Rred Fiedler, menyarankan pendekatan contingency pada study kepemimpinan.
  7. Chris Argyris, memendang organisasi sebagai sistem social, dan lain-lainnya.

ALIRAN KUANTITATIF

Ditandai dengan berkembangnya team-team riset operasi dalam pemecahan masalah-masalah industri. Dan terbukti banyak membantu manajer dalam kegiatan-kegiatan perencanaan dan pengawasan.

Langkah-langkah pendekatan management science biasanya adalah sebagai berikut :

  1. Perumusan masalah.
  2. Penyusunan suatu modal matematis.
  3. Mendapatkan penyelesaian dari model.
  4. Pengujian model dan hasil yang didapatkan dari model.
  5. Penerapan pengawasan atas hasil-hasil.
  6. Pelaksanaan hasil dalam kegiatan-implementasi.

PENDEKATAN SISTEM

Bermaksud untuk memandang organisasi sebagai suatu kesatuan, yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan.

Sebagai suatu prinsip fundamental, pendekatan system adalah sangat mendasar. Berarti bahwa segala sesuatu saking berhubungan dan saling tergantung. Sebagai pendekatan manajemen, “sistem” mencakup baik system-sistem umum maupun khusus dan analisis tertutup dan terbuka.

Pendekatan sisem tertutup adalah pandangan siklus.Tidak ada masukan eksternal yang dipertimbangkan.

Di lain pihak, pendekatan sistem terbuka memperlakukan organisasi sebagai system masukan-keluaran yang energik dalam interaksinya dalam lingkungan.

Jadi, dalam analisa manajemen modern baik pendekatan system tertutup maupun system terbuka digunakan. Para teoritis klasik hanya memekai sudut pandangan sistem tertutup; mereka tidak merancang pandangan sistem terbuka.

PENDEKATAN KONTINGENSI

Dikembangkan oleh para manajer dan, konsultan, dan peneliti yang mencoba menerapkan konsep-konsep dari berbagai aliran manajemen dalam kehidupan nyata. Menurut pendekatan ini manajer adalah mengindentifikasikan teknik nama, pada situasi tertentu, dibawah keadaan tertentu, dan pada waktu trtentu, akan membantu pencapaian tujuan manajemen.

Pendekatan kontingensi muncul sebagai tanggapan atas ketidakpuasan terhadap anggapan universalitas, dan kebutuhan untuk memasukan berbagai variable lingkungan kedalam teori dan praktek manajemen.

Ada tiga bagian utama dalam kerangka konseptual untuk pendekatan kontingensi :

  1. Lingkungan,
  2. Konsep-konsep dan teknik-teknik manajemen,
  3. dan hubungan kontingensi antara keduanya.

PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN DI MASA MENDATANG

Ada lima kemungkinan arah perkembangan teori manajemen selanjutnya di masa mendatang, yaitu :

  1. Dominan. Salah satu dari aliran utama dapat muncul sebagai yang paling berguna.
  2. Divergence. Setiap aliran berkembang melelui jalurnya sendiri.
  3. Convergence. Dapat menjadi sepaham dengan batasan-batasan diantara mereka yang cenderung kabur.
  4. Sintesa. Masing-masing aliran berintegrasi.
  5. Proliferation. Akhirnya ada kemungkinan muncul lebih banyak aliran lagi.